Jakarta · Selasa, 29 September 2026Cari
WargaKonoha

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Rupiah di Pasar Spot

Bank Indonesia (BI) mengurangi porsi intervensi rupiah terhadap dolar AS di pasar spot menjadi 30 persen dari total intervensi. Gubernur BI Destry Damayanti menjelaskan bahwa intervensi spot dikurangi karena biaya tinggi yang menguras cadangan devisa. Sebagai gantinya, BI lebih mengoptimalkan penggunaan DNDF dan NDF yang dinilai lebih efektif dan efisien.

Pada perdagangan Selasa (29/9/2026), rupiah dibuka melemah di angka Rp17.970/US$ atau turun 0,03%, melanjutkan penurunan dari Senin (28/9/2026) yang ditutup pada Rp17.965/US$ (-0,48%). Kondisi ini terjadi bersamaan dengan kenaikan indeks dolar AS (DXY) sebesar 0,01% ke level 101,209.

BI menekankan pentingnya sinergi kebijakan moneter-fiskal serta koordinasi pemerintah untuk meningkatkan ekspor dan investasi eksternal. Langkah-langkah tersebut diambil guna mengatasi tekanan fundamental dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Menurut tiap media