Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Perbatasan Nepal-Tiongkok, Korban Mencapai Ribuan, Beberapa Pekerja Berhasil Diselamatkan

Bencana banjir bandang dan tanah longsor di perbatasan Nepal dan Tiongkok akibat retaknya gletser Gunung Langtang Lirung pada 26 Agustus 2024 menyebabkan banyaknya korban jiwa. Media Indonesia melaporkan 1.280 korban jiwa hingga Kamis (3/9), dengan 1.259 orang tewas dan 5.083 orang hilang di Nepal, termasuk 583 warga asing, sementara di Tiongkok 21 orang tewas dan 541 orang hilang. Detik.com melaporkan jumlah yang berbeda, yaitu 1.344 jenazah ditemukan di Nepal dan sekitar 5.000 orang masih hilang, sementara di Tiongkok 31 orang tewas dan 531 orang hilang, dengan total korban tewas mencapai 1.375 orang dan lebih dari 5.500 orang masih dilaporkan hilang. CNBC Indonesia juga melaporkan 1.344 orang tewas dan 4.887 orang hilang di Nepal, termasuk 583 warga asing.

Beberapa pekerja berhasil diselamatkan hidup-hidup setelah terjebak dalam terowongan proyek PLTA di berbagai lokasi. Media Indonesia melaporkan dua pekerja diselamatkan setelah sembilan hari terjebak di terowongan Proyek PLTA Upper Trishuli 3A, dengan dukungan tim ahli dari Tiongkok. Detik.com menambahkan bahwa seorang wanita berusia 64 tahun, Chandrika Shrestha, berhasil diselamatkan setelah 10 hari terjebak di distrik Nuwakot. CNBC Indonesia melaporkan seorang warga negara China, Lu Haitao, berhasil dievakuasi hidup setelah 10 hari terjebak di terowongan 225 meter di PLTA Upper Trishuli-1.

Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di kedua negara. Media Indonesia melaporkan lebih dari 21.400 personel keamanan Nepal dikerahkan ke wilayah terdampak. Detik.com menyebutkan bahwa para pejabat meyakini setidaknya 900 orang terjebak di enam proyek PLTA di sepanjang Sungai Trishuli. Total orang yang berhasil diselamatkan dilaporkan berbeda, dengan Media Indonesia menyebutkan 11.993 orang diselamatkan, sementara Detik.com tidak menyebutkan angka tersebut.

Menurut tiap media