Bentrokan Massa dan Polisi di Pejompongan, TNI Dikerahkan untuk Evakuasi
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Bentrokan antara massa dan petugas kepolisian kembali terjadi di Jalan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat pagi (28/8/2026). Massa yang belum diketahui asal-usulnya menggunakan bambu dan batu untuk menyerang petugas di Jalan Tentara Pelajar. Aksi saling serang memuncak, mengakibatkan penguasaan Jalan Pejompongan Raya dan penghambatan lalu lintas. Beberapa barang di bantaran rel kereta sempat dibakar. Situasi mereda setelah TNI diterjunkan, membuat massa perlahan mundur. Hingga siang, kemacetan masih terjadi di lokasi.
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin menemui massa yang masih bertahan di bawah Flyover Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Jumat (28/8) pagi. Massa meminta pembebasan rekan mereka yang diduga diamankan aparat kepolisian. Situasi sempat memanas ketika massa bergerak ke arah Gedung Manggala Wanabakti, namun berhasil dipukul mundur oleh kepolisian dan personel gabungan TNI AD dan TNI AU yang mengamankan kawasan. Arifin menyampaikan bahwa sebagian massa bukan warga asli Jakarta, melainkan berasal dari wilayah seperti Bogor. Ia meminta massa memberikan nama-nama yang dimaksud agar dapat dikoordinasikan dengan Polda.
Sekitar pukul 08.20 WIB, sebagian massa mulai membubarkan diri, dan arus lalu lintas kembali normal pada pukul 08.30 WIB. Arifin meninggalkan lokasi sekitar pukul 09.00 WIB. Sinarindo melaporkan kemacetan masih terjadi hingga siang, sementara kumparan menyatakan arus lalu lintas kembali normal pada pukul 08.30 WIB.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
SINDOnews
Bentrok Massa dan Polisi Kembali Terjadi di Pejompongan Pagi ini, TNI Dikerahkan
28 Agustus 2026 pukul 10.24 · Baca aslinya ↗
kumparan
Walkot Jakpus Sempat Temui Massa di Pejompongan, Respons Info Warga Ditangkap
28 Agustus 2026 pukul 12.52 · Baca aslinya ↗