Jakarta · Sabtu, 3 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

BGN Aktifkan 480 Dapur MBG di Wilayah 3T dan Stunting Tinggi

Badan Gizi Nasional (BGN) mengaktifkan 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 16 provinsi Indonesia, termasuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi. Aktivasi dilakukan pada 2 Oktober, dengan 211 SPPG mitra mandiri dan 269 SPPG terpencil. Dapur-dapur ini tersebar di 116 kabupaten/kota, meliputi wilayah seperti Papua, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Aktivasi tidak langsung menyalurkan makanan, melainkan melalui tahapan pelatihan penjamah makanan dan pendataan penerima manfaat secara bertahap.

Setelah aktivasi, BGN memproyeksikan SPPG siap beroperasi tiga hingga empat minggu kemudian, tergantung kesiapan masing-masing unit. Layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dijalankan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat dan kesiapan dapur. Aktivasi ini merupakan langkah awal dari proses perluasan MBG yang akan dilanjutkan secara bertahap. BGN juga menyatakan bahwa hingga kini telah 27.022 dapur SPPG beroperasi di seluruh Indonesia, namun masih banyak lokasi yang membutuhkan layanan MBG.

BGN memprioritaskan pengembangan layanan MBG di daerah 3T, stunting tinggi, serta sekolah yang belum menerima layanan. Aktivasi dilakukan berdasarkan sistem dan database BGN tanpa campur tangan pihak lain. Masyarakat diminta waspada terhadap penawaran pungutan dari pihak tidak resmi. BGN berencana membuka SPPG di Kalimantan, Bali, Sumatera, dan wilayah lain dengan masalah stunting tinggi atau kebutuhan anak sekolah tinggi.

Menurut tiap media