BGN Akui Trauma Siswa Akibat Keracunan MBG, Janji Perbaiki Tata Kelola
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengakui adanya trauma pada siswa dan keluarga siswi SMAN 1 Berastagi, Kabupaten Karo, akibat kasus keracunan makanan Bergizi Tambahan (MBG). Ia memastikan perbaikan tata kelola MBG akan dilakukan agar kasus serupa tidak terjadi lagi. "Saya tahu, saya paham yang trauma bukan hanya siswa-siswinya, tapi juga ada keluarga traumatis dan saya memahami itu dan kita akan terus perbaiki," katanya di Kementerian PKP, Jakarta Selatan, Rabu (19/8).
Di sisi lain, BGN menyatakan kebijakan zero tolerance terhadap insiden keamanan pangan dalam MBG. Setelah kejadian di Semarang, BGN menyatakan bahwa dapur yang diduga terlibat dapat dihentikan sementara untuk investigasi dan pemeriksaan laboratorium. BGN juga menegaskan tanggung jawab kepala dapur dan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhi Gizi (SPPG) dalam menjalankan standar keamanan pangan.
Konten kreator Tretan Muslim mengkritik cara respons pemerintah terhadap kasus keracunan dalam program MBG. Tretan menyoroti kunjungan Kepala BGN Sudaryono ke rumah sakit tempat korban dirawat, yang menurutnya terlihat seperti produksi konten daripada tindakan nyata. Ia meminta fokus beralih dari dokumentasi visual ke penyelidikan dan penegakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab atas keracunan yang menimpa anak-anak.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNN Indonesia
Bos BGN Akui Siswa di Berastagi Trauma Makan MBG usai Kasus Keracunan
19 Agustus 2026 pukul 21.40 · Baca aslinya ↗
JawaPos
Kepala BGN Curhat ke Menteri PKP, Ada Penerima MBG Belum Punya Rumah
20 Agustus 2026 pukul 12.30 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Bukan Konten, Tretan Muslim Tuntut Kepala BGN Ungkap Pihak yang Bertanggung Jawab atas Keracunan MBG
20 Agustus 2026 pukul 21.03 · Baca aslinya ↗