BGN Tanggapi Kontroversi MBG dan Kembangkan Aplikasi Rating untuk Monitoring Kualitas SPPG
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Badan Gizi Nasional (BGN) membantah klaim viral seorang guru yang mengaku diminta mengendus makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) seperti anjing pelacak. Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, menegaskan tidak ada instruksi tersebut, dan menjelaskan peran guru hanya sebagai pelaksana tes organoleptik untuk menilai kualitas makanan serta edukator gizi bagi siswa.
Di sisi lain, BGN sedang mengembangkan aplikasi rating untuk memantau kualitas layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Aplikasi ini memungkinkan kepala sekolah dan guru memberikan penilaian bintang 1 hingga 5 terhadap ketepatan waktu distribusi, kelayakan, dan kualitas menu makanan. Pengguna juga dapat menambahkan catatan khusus untuk mengidentifikasi masalah.
Tiga sumber melapornya dengan sedikit perbedaan. CNN Indonesia dan kumparan menyebutkan aspek penilaian meliputi ketepatan waktu distribusi dan kualitas menu. SINDOnews menambahkan aspek kelayakan menu. Selain rating, SINDOnews melaporkan adanya jalur pelaporan resmi untuk layanan yang tidak sesuai, yang tidak disebutkan oleh dua media lain.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNN Indonesia
BGN Bersuara soal Viral Guru Ngaku Diminta Cium MBG Bak Anjing Pelacak
24 September 2026 pukul 14.28 · Baca aslinya ↗
kumparan
BGN Siapkan Aplikasi Rating MBG, Sekolah Bisa Beri Nilai SPPG 1-5
25 September 2026 pukul 13.35 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
BGN Bikin Aplikasi Rating MBG, Kepsek dan Guru Bisa Menilai SPPG
25 September 2026 pukul 15.46 · Baca aslinya ↗