Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BI: Net inflow portofolio asing US$1,8 miliar hingga Agustus 2026

Bank Indonesia melaporkan net inflow investasi portofolio asing sebesar 1,8 miliar dolar AS pada triwulan III 2026 hingga 14 Agustus 2026, didukung penerbitan global bond pemerintah serta inflows pada SBN dan SRBI. Posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2026 tetap sebesar 145,3 miliar dolar AS, setara dengan 5,5 bulan impor. Nilai tukar rupiah menguat ke Rp17.855 per dolar AS pada 18 Agustus 2026. BI meningkatkan insentif swap jual lindung nilai menjadi 12,5 persen dan memberikan insentif untuk local currency transaction (LCT) dengan negara mitra.

Neraca perdagangan Januari-Juni 2026 mencatat surplus kumulatif 3,58 miliar dolar AS, meskipun Juni 2026 mengalami defisit 0,45 miliar dolar AS. Media Indonesia menambahkan kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) terus diperkuat dan rupiah menguat 0,78% ptp dibanding akhir Juli 2026.

PIER mencatat arus modal asing hingga Agustus 2026 mencapai 5,9 miliar dolar AS, didominasi SRBI. Menkeu siapkan insentif pajak 0%-50 tahun di PFII untuk menarik modal asing. Perbedaan klaim antara media: ANTARA menyebutkan insentif swap dan LCT dari BI, sementara Media Indonesia menyebutkan insentif pajak dari Menkeu.

Menurut tiap media