Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BI: Permintaan Renminbi di Pasar Domestik Capai 38,9 Miliar Dolar AS

Bank Indonesia (BI) melaporkan permintaan mata uang renminbi (RMB) Tiongkok di pasar domestik mencapai setara US$38,9 miliar hingga Juli 2026, hampir mencapai proyeksi tahunan sebesar US$40 miliar. Dua sumber menyatakan angka yang sama, namun Media Indonesia menambahkan bahwa nilai ini hampir mencapai 100 persen dari proyeksi tahunan, sementara ANTARA News menyebutnya hampir mencapai proyeksi tanpa menyebutkan persentase. Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono menyatakan bahwa dengan lima bulan tersisa, permintaan renminbi diproyeksikan akan terus tinggi.

Untuk mendukung likuiditas dan stabilitas nilai tukar, BI mengeluarkan PADG Nomor 24 Tahun 2026 sebagai pembaruan atas PADG Nomor 17 Tahun 2025 tentang transaksi bilateral rupiah-renminbi. Inisiatif ini juga mencakup pembentukan Renminbi Clearing Bank di Indonesia, yang dioperasikan oleh Bank of China sebagai clearing bank pertama. Media Indonesia menambahkan bahwa satu bank nasional anggota Himbara sedang dalam proses untuk menjadi clearing bank kedua, informasi yang tidak disebutkan dalam laporan ANTARA News.

Operasional Renminbi Clearing Bank diperkirakan berjalan pada kuartal keempat 2026. Inisiatif ini mendukung stabilitas nilai tukar dan pendalaman pasar uang serta pasar valas, sekaligus meningkatkan skema local currency transaction (LCT) dalam perdagangan ekspor-impor Indonesia dengan Tiongkok, mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Menurut tiap media