Jakarta · Kamis, 17 September 2026Cari
WargaKonoha

Biaya Perang AS-Iran Capai US$ 38 Miliar dan Dampaknya terhadap Ekonomi

Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026 telah menelan biaya sebesar US$ 38 miliar. Terdapat perbedaan konversi nilai rupiah, di mana Detik.com menyebut angka Rp 671,9 triliun sementara CNBC Indonesia menyebut Rp 668,8 triliun. Biaya ini diproyeksikan meningkat US$ 3 miliar per bulan, dengan rincian konversi Rp 53 triliun menurut Detik.com dan Rp 52,8 triliun menurut CNBC Indonesia.

Komponen biaya terbesar adalah penggantian amunisi sebesar US$ 21,7 miliar (Rp 383,7 triliun). Penggunaan rudal pencegat sejak Juni 2025 telah menghabiskan separuh hingga dua pertiga persediaan. Dampak ekonomi mencakup tekanan inflasi akibat blokade Selat Hormuz oleh Iran, dengan CNBC Indonesia menambahkan proyeksi kenaikan inflasi hingga 0,5 poin persentase pada Q1 2027.

Di sisi politik, Kongres AS hampir menyetujui penolakan kebijakan perang Presiden Donald Trump. Jajak pendapat AP-NORC menunjukkan mayoritas warga AS tidak mendukung perang ini. Saat ini, tujuh anggota DPR Republik mendukung resolusi penolakan di tengah persiapan kampanye pemilihan paruh waktu yang tersisa kurang dari 50 hari.

Menurut tiap media