Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bitcoin dan Aset Kripto Volatil di Tengah Berita Geopolitik dan Kenaikan Pasar

Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan pergerakan yang berbeda-beda antar laporan. Pada Rabu, 19 Agustus 2026, Warta Ekonomi melaporkan penurunan 0,31 persen dengan harga di kisaran Rp1,14 miliar per koin. Namun, laporan lain dari Warta Ekonomi pada 20 Agustus 2026 menunjukkan kenaikan sebesar 7,70 persen hingga mencapai $69.345 (Rp1,23 triliun per koin). Sementara itu, VOI melaporkan kenaikan 5,4 persen hingga mencapai $68.300, level tertinggi sejak Juni 2024. Perbedaan ini mencerminkan volatilitas pasar yang tinggi. Laporan VOI menyatakan bahwa kenaikan terjadi menjelang pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan eksekutif kripto seperti Coinbase, Kraken, dan Blockchain.com di Gedung Putih. Nilai pasar Bitcoin menurut VOI mencapai $1,36 triliun dengan volume perdagangan naik 77 persen. Analis Standard Chartered Geoff Kendrick, sebagaimana dilaporkan oleh Warta Ekonomi, memprediksi Bitcoin bisa mencapai $100.000 pada akhir tahun 2026, didukung oleh kebijakan dukungan Departemen Keuangan AS. Aset kripto lain juga menunjukkan pergerakan campuran. Ethereum menguat antara 0,30 persen hingga 18,21 persen, Solana naik antara 1,12 persen hingga 10,43 persen, dan XRP naik antara 0,15 persen hingga 10,79 persen. Sementara itu, Binance Coin turun 0,62 persen hingga 3,46 persen, dan Dogecoin mengalami penurunan kecil hingga 0,12 persen. Pasar secara keseluruhan dipengaruhi oleh faktor geopolitik, seperti pernyataan Trump mengenai peta jalur minyak di Selat Hormuz, serta harapan regulasi yang lebih ramah terhadap industri kripto.

Menurut tiap media