Jakarta · Minggu, 13 September 2026Cari
WargaKonoha

BMKG: Cuaca Anak Krakatau Baik saat 5 Jurnalis Hilang Kontak, Debu Vulkanik Mencapai 15.000 Meter

Lima jurnalis dan empat hingga enam orang lainnya (tergantung sumber) hilang kontak saat berlayar ke perairan Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 14.00-18.00 WIB. Mereka berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. BMKG menyatakan kondisi cuaca di sekitar gunung tersebut saat itu cerah hingga berawan, dengan kecepatan angin maksimal 15 knot (7,5 m/s) dan tinggi gelombang maksimal 1 meter, tanpa hujan atau kondisi yang mengganggu keselamatan. Namun, citra satelit mendeteksi adanya material debu vulkanik mencapai ketinggian 15.000 meter (50.000 kaki), yang masih terpantau dari citra satelit.

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan Basarnas masih berlangsung dengan memperluas sektor penyisiran di Selat Sunda, Lampung, dan Banten menggunakan kapal SAR, perahu cepat, dan drone thermal. BMKG memprediksi tidak ada potensi hujan signifikan di sekitar Gunung Anak Krakatau untuk tiga hari ke depan. Debu vulkanik yang tersebar mengarah barat ke Samudra Hindia, namun masih menjadi perhatian dalam operasi SAR.

Perbedaan melapornya terletak pada jumlah orang yang hilang kontak: Detik.com menyebutkan delapan orang (lima jurnalis dan tiga kru), sementara Liputan6.com dan CNN Indonesia menyebutkan lima jurnalis dan empat hingga enam orang lainnya. SINDOnews menyebutkan lima jurnalis iNews dan empat wartawan lainnya, sementara kumparan hanya menyebutkan lima jurnalis tanpa menyebutkan jumlah kru secara rinci.

Menurut tiap media