BMKG: El Nino Kuat Perpanjang Kemarau, September Fase Kritis Karhutla
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
BMKG menyatakan September 2026 masih fase kritis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. El Nino diprediksi bertahan hingga awal 2027 dengan intensitas sangat kuat (Indeks ENSO 2,2), memperpanjang musim kemarau dan menyebabkan berkurangnya curah hujan. Kondisi kemarau masih dominan, banyak titik panas terdeteksi, dan sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada musim kemarau dengan hujan yang bersifat lokal belum memperbaiki kondisi kekeringan secara merata.
Jumlah hotspot high confidence turun dari 674 pada 6 September ke 386 pada 7 September 2026, terutama di Kalimantan Tengah dan Barat. Namun, Sumatra Selatan menjadi wilayah dengan hotspot tertinggi. Wilayah yang perlu mendapat perhatian khusal meliputi Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan, dan Jawa. BMKG juga mendeteksi peningkatan konsentrasi PM2.5 di beberapa lokasi akibat karhutla.
Untuk menangani karhutla, BMKG melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bersama BNPB, BUMN, dan pihak terkait. Di Jawa Tengah, BMKG menetapkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk periode 11-20 September 2026, dengan sebagian besar wilayah masuk kategori Awas dan beberapa kota masuk status Siaga. Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan penanggulangan karhutla sebagai tanggung jawab bersama.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNBC Indonesia
BMKG Sebut RI Masih Kritis: Sumatra-Papua Memerah, El Nino Sangat Kuat
8 September 2026 pukul 12.47 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
BMKG Wanti-wanti September Masih Fase Kritis Karhutla
8 September 2026 pukul 14.25 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Sebagian Besar Wilayah Jawa Tengah Masuk Status Awas Kekeringan
9 September 2026 pukul 20.00 · Baca aslinya ↗