Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

BMKG: El Nino Perpanjang Kemarau di Jateng Selatan dan Surabaya hingga Oktober 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim kemarau di wilayah Jawa Tengah bagian selatan, khususnya Kabupaten Cilacap dan sekitarnya, berpotensi berlangsung hingga Oktober 2026 akibat pengaruh fenomena El Nino yang masih berlangsung dengan intensitas kuat. Menurut Teguh Wardoyo, Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, hujan yang turun pada 7 dan 8 September masih bersifat lokal dan sporadis, belum memenuhi kriteria awal musim hujan. Curah hujan yang tercatat sangat minim, bahkan hingga 9 September 2026 mencatat 0 mm di Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung, jauh di bawah normal dasarian pertama September yang seharusnya mencapai 36 mm. Di sisi lain, BMKG juga memprediksi musim kemarau di Surabaya berpotensi lebih panjang dan kering akibat fenomena El Nino yang sama. Menurut Kepala Stasiun BMKG Kelas I Juanda Sidoarjo Taufiq Hermawan, El Nino ditandai dengan peningkatan suhu permukaan laut di Pasifik bagian tengah dan timur, yang berdampak pada berkurangnya curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Fenomena ini tidak hanya memanjangkan musim kemarau, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran lahan hingga kekeringan. Prakirawan BMKG Juanda Siska Anggraeni memperkirakan curah hujan di Surabaya masih relatif rendah pada periode September hingga November 2026, sehingga pengaruh El Nino yang masih kuat kemungkinan memundurkan awal musim hujan. Selain itu, fenomena ini juga menyebabkan tutupan awan berkurang, sehingga radiasi matahari lebih banyak mencapai permukaan bumi dan membuat siang hari terasa lebih terik. Perbedaan melibatkan wilayah yang berbeda: BMKG mencatatkan kemarau hingga Oktober 2026 di Cilacap, sementara prakirawan di Surabaya memperkirakan kondisi serupa hingga November 2026.

Menurut tiap media