BMKG Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca di IKN untuk Tanggulangi Kekeringan dan Kebakaran Hutan
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
BMKG bersama Otorita IKN, TNI AU, BPBD, dan pemerintah Kalimantan Timur melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di IKN untuk menanggulangi kekeringan di Waduk Sepaku dan kebakaran hutan. Operasi ini dilakukan dari 21-24 Agustus menggunakan pesawat Casa 212 yang menyemai 800 kg natrium klorida per sortie. Menurut BMKG, tujuan OMC bukan untuk membuat hujan, tetapi mengoptimalkan potensi awan yang tersedia agar hujan turun lebih cepat dan tersebar lebih luas. Hasilnya terbatas: hujan 20 mm di Hulu Sungai Mahakam dan elevasi air Sungai Sepaku naik 1 cm. Tingkat keberhasilan OMC secara historis berada di 30 persen, dipengaruhi oleh musim kemarau puncak dengan minimnya awan potensial.
Pemerintah Kalimantan Timur mencatat 13.273 titik panas pada Agustus 2026, naik 35,5% dibandingkan Agustus 2015. Beberapa kabupaten seperti Kutai Barat dan Paser mengalami Hari Tanpa Hujan hingga 28 hari berturut-turut. BPBD Kaltim mencatat 273 titik kebakaran menghanguskan 752 hektare lahan di Agustus 2026. Asap kebakaran juga mulai melintasi batas negara ke Malaysia. BMKG memantau potensi pertumbuhan awan tinggi hingga sedang di sebagian Kalimantan Timur, namun menurun pada akhir Agustus. Potensi hujan ringan-sedang terjadi di sebagian barat dan utara Kalimantan pada 24-26 Agustus, lalu menurun signifikan hingga akhir Agustus.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
VOI
BMKG: Keberhasilan Operasi Modifikasi Cuaca di IKN 30 persen
25 Agustus 2026 pukul 14.06 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Tidak Untuk Bikin Hujan, BMKG Jelaskan Alasan Modifikasi Cuaca di IKN
26 Agustus 2026 pukul 13.30 · Baca aslinya ↗