BRIN Kembangkan Materi Retardan Kebakaran Hutan Berbasis Tepung Singkong
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan materi retardan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis tepung singkong yang dikombinasikan dengan ammonium polyphosphate (APP), air, dan wetting agent. Teknologi ini bernama CASSA-P atau Singkong-APP dan bekerja dengan mekanisme pendinginan, peningkatan pembasahan, serta perubahan jalur dekomposisi termal bahan bakar vegetasi. Campuran membentuk lapisan char yang menghalangi perpindahan panas dan kontak dengan oksigen. Presiden Prabowo Subianto menyatakan penggunaan tepung singkong sebagai alternatif pemadaman karhutla telah disetujui namun masih memerlukan validasi laboratorium dan lapangan terkait formulasi, efektivitas, keselamatan, dan dampak lingkungan. Teknologi ini cocok untuk respons awal, pengendalian penyebaran, perlindungan area strategis, serta pemadaman spot fire pada kebakaran berintensitas tinggi. Penerapan dapat dilakukan secara udara maupun darat dengan mencampurkan konsentrat ke dalam tangki air sebelum penyemprotan pada titik api awal, sisi/kebakaran, spot fire, atau pembentukan garis retardan. Namun, konsentrasi optimum, stabilitas penyimpanan, serta pengujian biodegradabilitas, fitotoksisitas, dan dampak pada organisme tanah dan air masih perlu diteliti lebih lanjut. Perbedaan antara media terletak pada penamaan teknologi (CASSA-P/Singkong-APP di CNN Indonesia), mekanisme kerja (APP menghasilkan asam fosfat memicu dehidrasi selulosa di Detik.com vs. mekanisme pendinginan dan perubahan jalur dekomposisi di CNN Indonesia), serta parameter optimalisasi (viskositas dan kinerja pemadaman di Detik.com vs. biodegradabilitas dan fitotoksisitas di CNN Indonesia).
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
BRIN Jelaskan Efektivitas Tepung Singkong Padamkan Karhutla
27 Agustus 2026 pukul 10.48 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
BRIN: Tepung Singkong Efektif Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan
28 Agustus 2026 pukul 10.48 · Baca aslinya ↗