Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Bulog Salurkan 60 Ribu Ton Beras Premium ke Ritel, Bentut Konflik dengan Stok Kosong dan Harga di Atas HET

Perum Bulog menyalurkan 60 ribu ton dari target 110 ribu ton beras ke ritel modern, meliputi 75.000 ton beras premium dan 35.000 ton beras medium, dalam upaya menstabilkan harga pasar. Bulog bekerja sama dengan ritel besar seperti Indomaret, Alfamart, Super Indo, dan Hero Retail, serta melibatkan 868 penggilingan padi untuk mendukung target tambahan pemerintah sebesar 300 ribu ton beras premium. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, membantah kelangkaan beras premium di ritel modern, namun pantauan di Bekasi menunjukkan stok beras premium kemasan 5 kg kosong selama satu hingga dua bulan. Data SP2KP mencatat harga rata-rata nasional beras premium mencapai Rp15.680 per kg, 5,23 persen di atas HET pemerintah sebesar Rp14.900 per kg.

Bulog juga akan menggunakan beras premium dengan identitas 'Beras Kita Premium' untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tanpa menggunakan beras fortifikasi yang ditujukan bagi kelompok rentan. Identitas baru 'Beras Kita Medium' dan 'Beras Kita Premium' dijadwalkan diluncurkan pada 20 Oktober 2026, dengan detail volume dan mekanisme distribusi ke SPPG belum dirinci. Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan koordinasi antara Kemendag, Bulog, dan Aprindo untuk mengatasi keluhan masyarakat terkait kelangkaan beras premium. Pemerintah juga menyiapkan varian beras medium untuk didistribusikan ke jaringan ritel modern dalam waktu dekat.

Menurut tiap media