Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap Penerbangan Domestik ke Bali
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan gangguan pada penerbangan domestik menuju Bali, terutama rute dari Jakarta akibat penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta. Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan bahwa jumlah penumpang domestik di Bandara Ngurah Rai turun drastis dari kapasitas normal 12.000-16.000 orang per hari. Hingga Senin pukul 11.00 WITA, tercatat 108 penerbangan mengalami penyesuaian jadwal dengan total 13.000 penumpang terdampak, terdiri dari 4.400 penumpang kedatangan dan 8.700 penumpang keberangkatan.
Terdapat perbedaan klaim mengenai dampak sektor pariwisata secara umum. Satu sumber menyebutkan pariwisata domestik terdampak, sementara sumber lain mengklaim aktivitas vulkanis tidak memengaruhi sektor pariwisata Bali secara keseluruhan karena penerbangan internasional tetap beroperasi normal dan kunjungan turis asing menunjukkan tren positif. Pemerintah Provinsi Bali telah berkoordinasi dengan Angkasa Pura dan Manajemen Bandara Soekarno-Hatta untuk proses refund dan penukaran jadwal, serta menyarankan penggunaan moda transportasi alternatif.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
Koster: Pariwisata Domestik di Bali Terdampak Penutupan Penerbangan
7 September 2026 pukul 16.00 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
Koster Klaim Erupsi Gunung Anak Krakatau tak Mengganggu Pariwisata Bali
7 September 2026 pukul 16.47 · Baca aslinya ↗