Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Danantara Transformasi BUMN Karya: Konsolidasi Utang dan Penyederhanaan Struktur Grup

Direksi Danantara Indonesia bersama Badan Pengelola BUMN memulai transformasi menyeluruh terhadap BUMN Karya, khususnya di sektor konstruksi. Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria menyampaikan bahwa konsolidasi utang BUMN Karya saat ini mencapai Rp 180 triliun, dengan sejumlah entitas bahkan memiliki utang melebihi nilai asetnya. Dari tujuh BUMN Karya, hanya tiga yang dianggap sehat secara keuangan: Nindya Karya, Brantas Abipraya, dan Hutama Karya. Dony menegaskan bahwa persoapan keuangan ini bersifat fundamental dan membutuhkan transformasi mendalam hingga akhir tahun 2026.

Sebagai langkah konkret, Danantara dan BP BUMN menyederhanakan 30 entitas usaha di lingkungan Grup Brantas Abipraya. Langkah ini bertujuan membuat struktur lebih ramping, terintegrasi, dan fokus pada bisnis inti konstruksi. Dony menyatakan bahwa penyederhanaan ini memusatkan kapabilitas pada sektor inti serta mendukung pembangunan bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Transformasi ini juga mengubah cara kinerja BUMN Karya dinilai. Fokus tidak lagi hanya pada banyaknya proyek yang diperoleh, tetapi beralih ke kualitas proyek, ketepatan pelaksanaan, dan kemampuan menghasilkan profitabilitas yang sehat dan berkelanjutan.

Menurut tiap media