Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Dasco Temui Demonstran di Kompleks Parlemen, Kagetkan RUU Aset hingga Desember 2026

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad ditarik langsung ke lokasi demonstrasi di Kompleks Parlemen Senayan untuk berdialog langsung dengan massa. Langkah ini diapresiasi oleh Muhammad Burhanuddin, Ketua Umum DPP GAN dan Koordinator Nasional FORNAS 08, sebagai bentuk tanggung jawab pejabat negara terhadap aspirasi rakyat. Dasco juga menyatakan siap mundur dari posisinya jika RUU Perampasan Aset tidak disahkan paling lambat Desember 2026. Menurut Burhanuddin, keberanian Dasco membuka ruang dialog dan memberikan solusi cepat justru membuktikan bahwa DPR tidak alergi kritik. Gaya kepemimpinan ini dinilai lebih produktif dibandingkan membiarkan ketegangan berlarut-larut. GAN dan FORNAS 08 berharap pendekatan seperti ini menjadi standar baru bagi para pejabat negara agar tetap dekat dengan rakyat dan menjaga kepercayaan publik.

Ketua Umum Pasprobo Saiful Chaniago memuji langkah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang langsung menemui dan menerima para pendemo di Kompleks Parlemen Senayan. Menurutnya, sikap Dasco membuka ruang dialog dan memberikan jawaban konkret menjadi teladan bagi pejabat negara dalam menghadapi aspirasi masyarakat. Di tengah situasi yang memanas, Dasco hadir, mendengarkan, dan memberikan solusi cepat, yang menurut Saiful merupakan gaya kepemimpinan yang dibutuhkan rakyat saat ini.

Saiful menilai keberanian Dasco untuk merespons tuntutan massa secara terbuka sebagai bentuk tanggung jawab politik. Daripada memilih konfrontasi, Dasco memilih jalan komunikasi yang meredam gejolak dan menjaga stabilitas. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa DPR hadir untuk rakyat, bukan menjauh dari rakyat. Selain itu, Saiful juga menyoroti komitmen Dasco yang menyatakan siap mundur jika RUU Perampasan Aset tidak disahkan hingga 15 Desember 2026. Pernyataan ini, menurutnya, adalah bentuk keberanian politik dan keseriusan DPR dalam merespons tuntutan publik. Saiful menegaskan dukungan penuh terhadap langkah-langkah seperti ini dan menyatakan bahwa cara Dasco ini harus menjadi standar baru dalam berdemokrasi di Indonesia.

Menurut tiap media