Jakarta · Minggu, 23 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

DEB Pertamina dukung kemandirian penyandang disabilitas di Boyolali lewat integrated farming

Kelompok Pandawa Patra di Boyolali, didirikan pada 2017 dengan 7 anggota penyandang disabilitas, awalnya kesulitan mengakses pelatihan dan fasilitas. Kegiatan belajar dilakukan di rumah dengan skala terbatas. Pada akhir 2021, kelompok mendapatkan pendampingan dari Pertamina. Sebelum memulai program, Pertamina dan kelompok melakukan pemetaan kebutuhan dan potensi anggota. Berdasarkan hasil pemetaan, diputuskan konsep integrated farming sebagai solusi untuk mendukung kemandirian penyandang disabilitas.

Program integrated farming menggabungkan pertanian, peternakan, dan biogas dari limbah kotoran sapi untuk pembelajaran dan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan pendampingan ini, kelompok tumbuh dari 7 menjadi 29 anggota, terdiri dari 24 penyandang disabilitas dan 5 keluarga rentan. Program ini bertujuan agar penyandang disabilitas tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi dapat mandiri melalui kegiatan pertanian terpadu.

Perbedaan melapangan: JPNN.com melaporkan kelompok berkembang menjadi 29 anggota, sementara Warta Ekonomi menyebutkan 24 penyandang disabilitas dan 5 keluarga rentan sebagai anggota tambahan. Kedua sumber sepakat bahwa integrated farming menjadi konsep sentral dalam program ini.

Menurut tiap media