Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Delapan WNI Diduga Bergabung Militer Rusia, Ukraina dan Rusia Bertukar Tudingan Disinformasi

Delapan WNI diduga bergabung dengan Angkatan Bersenjaa Rusia dalam konflik Ukraina-Rusia. FISU Ukraina mengidentifikasi delapan WNI tersebut sebagai anggota pasukan di garis depan, termasuk Wahyu Oktavian Iskandar (WOI) dari Depok yang diduga direkrut dengan tawaran gaji tinggi sebelum dikirim ke Rusia. WOI mengganti paspor pada 6 April 2026 melalui aplikasi M-Paspor dan menyatakan tujuan perjalanan ke Malaysia untuk berwisata dan mendukung usaha penjualan sepatu serta tas secaku daring. Namun, tidak ada konfirmasi langsung dari pihak Rusia atau Ukraina mengenai keanggotaan WOI dalam pasukan mereka.

Kedutaan Besar Rusia menolak klaim Ukraina sebagai kampanye disinformasi, menyebut e-visa dan kartu migrasi tidak membuktikan keterlibatan militer. Rusia menuding Ukraina merekrut tentara bayaran asing akibat kerugian besar perang, dengan lebih dari 700.000 tewal dan 1 juta terluka. Ukraina berencana gunakan 30-50% awak negara asing dalam TNI, dengan puluhan ribu dari berbagai negara bertugas di pasukan Ukraina.

Perbedaan muncul dalam jumlah korban yang disebutkan: Kedubes Rusia menyebut lebih dari 700.000 tewal dan 1 juta terluka, sementara tidak ada data serupa yang disampaikan oleh Ukraina dalam ringkasan ini. Selain itu, tidak ada konfirmasi langsung dari pihak Rusia atau Ukraina mengenai keanggotaan WOI dalam pasukan, hanya identifikasi dari FISU Ukraina.

Menurut tiap media