Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Desil Ekonomi Warga Ditentukan via DTSEN, Masyarakat Bisa Cek Online

Pemerintah menyajikan layanan pengecekan desil ekonomi masyarakat secara online melalui dua situs resmi, yaitu cekbansos.kemensos.go.id dan dtsen-form.bps.go.id, dengan memanfaatkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Desil merupakan pengelompokan masyarakat ke dalam 10 tingkatan berdasarkan tingkat kesejahteraan, dengan desil 1 sebagai 10 persen terbawah dan desil 10 sebagai 10 persen tertinggi. Penentuan desil mempertimbangkan faktor seperti pekerjaan, pendidikan, kondisi perumahan, daya listrik, dan kepemilikan aset. Pada 2026, desil akan menjadi acuan utama pemerintah dalam menyalurkan berbagai program bantuan, termasuk bansos, beasiswa KIP Kuliah dan PIP, hingga pembatasan subsidi energi seperti BBM dan listrik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi polemik terkait desil yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi ekonomi warga. Menurutnya, penentuan desil didasarkan pada data sensus ekonomi (DTSEN) yang dikumpulkan melalui survei, dengan mempertimbangkan variabel sosial ekonomi seperti pekerjaan, pendidikan, kondisi rumah, daya listrik, dan kepemilikan aset. Namun, banyak masyarakat yang protes karena status desil tidak sejalan dengan kondisi finansial mereka, seperti kasus seorang ibu rumah tangga di Bekasi yang ditempatkan di desil 10 meskipun hanya memiliki motor dan rumah numpang. Penggunaan situs dtsen-form.bps.go.id untuk mengecek status desil juga menjadi sorotan.

Sistem ini menggunakan DTKS atau DTSEN Kemensos per Agustus 2026 untuk membagi keluarga ke dalam 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan, dengan masing-masing kelompok mewakili sekitar 10% dari total populasi keluarga. Semakin kecil angka desil, semakin rendah tingkat kesejahteraan keluarga tersebut. Penentuan desil tidak hanya didasarkan pada gaji bulanan, tetapi juga mempertimbangkan variabel seperti pekerjaan, pendidikan anggota keluarga, kondisi rumah, daya listrik, dan kepemilikan aset. Dua keluarga dengan penghasilan sama bisa berada di desil berbeda jika salah satunya memiliki tanggungan lebih banyak atau kondisi rumah yang lebih buruk. Data ini diperbarui secara periodik oleh BPS dan Kemensos.

Menurut tiap media