Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Dishub DKI Atur Lalu Lintas Situasional di Kawasan DPR dan Istana

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional untuk mengantisipasi aksi penyampaian pendapat di sekitar kawasan DPR/MPR RI hingga Istana Negara. Pengaturan dilakukan secara dinamis berdasarkan kondisi dan pergerakan massa di lapangan. Dishub menyiagakan 120 petugas dalam dua shift, yakni pukul 07.00–13.00 dan 13.00–19.00 WIB. Rekayasa lalu lintas dibagi menjadi tiga zona: Zona 1 meliputi Jalan Letjen S. Parman dari Semanggi hingga Simpang Slipi; Zona 2 mengatur alur kendaraan dari arah Cawang dan Tomang dengan pengalihan melalui Jalan Gatot Subroto, Jalan Sudirman, dan Jalan Sisingamangaraja; Zona 3 mengarahkan kendaraan dari Tomang menuju Cawang melalui Jalan Tomang Raya, Jalan Balikpapan, dan Jalan Suryopranoto.

Beberapa media melaporkan daftar jalur yang berbeda. Detik.com menyebutkan tiga zona pengamanan aksi dengan rute alternatif spesifik, sementara Liputan6.com menambahkan pengaruh potensial di kawasan Istana seperti Jalan M.H. Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan KH. Wahid Hasyim, dan Jalan Kebon Sirih. ANTARA News justru menyebutkan titik pengaturan lalu lintas seperti Simpang Senayan, Patal Senayan, dan Simpang Pal Merah. Liputan6.com juga melaporkan adanya 10 titik pengaturan lalu lintas dan empat unit derek di lokasi strategis seperti Pintu 10, bawah Flyover Ladogi, Hotel Mulia, dan FX, yang tidak disebutkan oleh media lain.

Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi perjalanan, terutama yang akan melintasi kawasan terdampak. Jika terjadi kepadatan, lalu lintas akan dialihkan ke jalur alternatif sesuai arahan petugas. Masyarakat diharapkan mengikuti arahan petugas dan memanfaatkan jalur alternatif agar mobilitas tetap lancar. Informasi terkait pengaturan lalu lintas akan disampaikan secara berkala melalui berbagai saluran resmi.

Menurut tiap media