Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

Donald Trump tuntut perusahaan Kanada pindah ke AS, beri kemudahan tarif

Presiden AS Donald Trump menuntut perusahaan Kanada yang beroperasi di Amerika Serikat untuk memindahkan kantor pusat dan fasilitas produksi ke wilayah AS. Trump berjanji tidak akan menerapkan tarif baru yang dijadwalkan berlaku pada 2027 bagi perusahaan yang memenuhi tuntarannya. Dalam gernanya, Trump menyebut Kanada sebagai mitra dagang terburuk AS, meskipun secara resmi Kanada adalah mitra dagang terbesar kedua AS dengan nilai transaksi lintas batas mencapai hampir 900 miliar dolar AS per tahun. Trump juga mengklaim bahwa kebijakan tarifnya berhasil melindungi industri otomotif AS, namun banyak produsen AS masih bergantung pada suku cadang dari luar negeri termasuk Kanada. Pada Kamis, Trump menerbitkan perintah eksekutif untuk mengganti nama Danau Ontario menjadi 'Danau Amerika', sebuah langkah yang mendapat kritik luas. Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan Premier Ontario Doug Ford menolak tuntutan Trump dan memperingatkan bahwa perang dagang akan merusak ekonomi kedua negara.

Apple secara resmi mengubah nama Danau Ontario menjadi Lake America pada aplikasi Apple Maps khusus untuk pengguna Amerika Serikat, sementara pengguna di Kanada tetap melihat nama aslinya, Lake Ontario. Google Maps juga melakukan perubahan serupa beberapa hari sebelumnya, yang menuai kritik di media sosial. Layanan peta MapQuest menyatakan penolakan dan tidak akan mengubah nama danau tersebut. Dilaporkan, negosiasi perdagangan antara AS dan Kanada gagal pada akhir bulan sebelumnya, sehingga AS memberlakkan tarif baru sebesar 50% terhadap barang-barang Kanada senilai US$20 miliar (sekitar Rp314 triliun). Pemerintah Kanada menanggapi dengan ancaman tarif balasan. Premier Ontario Doug Ford juga memasang papan tanda di tepi danau bertuliskan "Lake Ontario. Now and Always" sebagai bentuk penolakan simbolis.

Menurut tiap media