Erupsi Gunung Anak Krakatau Sebabkan Penutupan Sementara Empat Bandara
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan penutupan sementara operasional di Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, dan Husein Sastranegara. Terdapat perbedaan data mengenai durasi penutupan pada Senin, 7 September 2026, di mana satu sumber menyebutkan hingga pukul 18.00 WIB, sementara sumber lain menyebutkan hingga pukul 23.59 WIB. Abu vulkanik teramati pada ketinggian 15.000 kaki bergerak ke barat daya dan diperkirakan berlangsung hingga 8 September 2026 pukul 06.10 WIB.
Jumlah penerbangan dan penumpang terdampak di Bandara Soekarno-Hatta juga dilaporkan berbeda. Satu sumber mencatat 1.039 penerbangan dan 166.351 penumpang terdampak hingga Minggu pukul 21.30 WIB. Sumber lain melaporkan 1.320 penerbangan dan 173.474 penumpang terdampak dalam periode 5-7 September pukul 09.00 WIB, dengan total keseluruhan empat bandara mencapai 2.300 penerbangan dan 268.539 penumpang.
Sebagai mitigasi, Service Recovery Activation (SRA) diaktifkan dengan penyediaan makanan, minuman, serta delapan bus gratis menuju Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya. Menteri Perhubungan juga menyiapkan 10 bandara operasional 24 jam sebagai alternatif, termasuk Kertajati, Juanda, Ahmad Yani, Adi Sumarmo, dan Yogyakarta International Airport untuk mempercepat pemulihan jadwal.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
1.039 Penerbangan di Bandara Soetta Terdampak Erupsi Anak Krakatau
6 September 2026 pukul 23.28 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
4 Bandara Lanjut Stop Penerbangan hingga Senin, 7 September Pukul 18.00 WIB
7 September 2026 pukul 10.09 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
Update Penutupan 4 Bandara: Soetta dan Halim hingga Pukul 23.59 WIB
7 September 2026 pukul 18.07 · Baca aslinya ↗