Jakarta · Minggu, 6 September 2026Cari
WargaKonoha

Erupsi Anak Krakatau Imbas Ditutupnya Beberapa Bandara, Pengaruh pada Ribuan Penumpang

Kementerian Perhubungan memperpanjang penutupan delapan bandara akibat sebaran abu vulkanik Erupsi Anak Krakatau hingga Minggu, 6 September 2026 pukul 24.00 WIB. Penutupan ini mempengaruhi sekitar 1.558 penerbangan tertunda dan sekitar 170.000 penumpang. Delapan bandara yang ditutup meliputi Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, Husein Sastranegara, Budiarto Curug, Pondok Cabe, Taufik Kiemas, dan Atung Bungsu. Di antara bandara-bandara tersebut, Bandara Soekarno-Hatta mengalami gangguan terbesar dengan 963 penerbangan terdampak, terdiri dari 453 penerbangan kedatangan dan 510 keberangkatan.

Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Radin Inten II Lampung ditutup sementara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, sehingga sejumlah penerbangan dibatalkan. Calon penumpang Feby yang akan terbang dari Lampung ke Jakarta menerima pemberitahuan pembatalan pada Sabtu malam dan memilih beralih ke jalur darat dan laut karena ada urusan mendesak. Ia mendapatkan pengembalian dana penuh dan berangkat lebih awal, meski perjalanan menjadi 2-3 jam lebih lambat. Feby memilih tidak menggunakan penerbangan dalam waktu dekat dan lebih memilih moda kereta api untuk kegiatan di Pulau Jawa.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa keputusan ini didasarkan pada hasil pemantauan kondisi abu vulkanik dan perubahan arah angin, yang kini beralih ke arah Timur dengan kecepatan 5 knot di ketinggian 15.000 feet. Calon penumpang lain, Ghazin, yang berencana terbang ke Kuala Lumpur dengan Batik Air Malaysia pada Selasa, masih khawatir penerbangannya terdampak dan sedang memantau perkembangan situasi serta menunggu informasi resmi dari maskapai.

Menurut tiap media