Erupsi Anak Krakatau: Intensitas Menurun, Status Siaga Tetap Dipertahankan
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sekitar 25 jam pada 4-6 September 2026 berakhir, lalu beralih ke erupsi Strombolian. Hingga 10 September 2026, tercatat 13 erupsi Strombolian menurut CNBC Indonesia, sementara ANTARA News mencatat 14 erupsi hingga Jumat pukul 06.00 WIB. Perbedaan ini mungkin disebabkan perbedaan waktu pelaporan. Badan Geologi Kementerian ESDM mempertahankan status Gunung Anak Krakatau pada Level III (Siaga) karena gempa vulkanik masih meningkat dari rata-rata rekamannya, menandakan adanya suplai magma dari kedalaman.
Dalam periode 9-10 September 2026, tercatat 1 gempa erupsi, 6 gempa hembusan, 3 gempa low-frequency, 5 gempa hybrid/fase banyak, 1 gempa vulkanik dangkal, 3 gempa tektonik jauh, dan tremor menerus. Data kegempaan vulkanik menunjukkan kecenderungan penurunan aktivitas, meskipun gempa permukaan seperti gempa frekuensi rendah dan gempa hibrida/fase banyak tetap fluktuatif.
Badan Geologi memastikan pemantauan tetap berjalan meski sejumlah peralatan terdampak erupsi. Pengamatan dilanjutkan melalui stasiun yang masih berfungsi, pengamatan visual, dan parameter lainnya. Tim juga menyiapkan perbaikan dan penggantian peralatan secara bertahap dengan memprioritaskan keselamatan petugas. Dengan status Siaga, masyarakat, wisatawan, dan nelayan dilarang mendekati kawah dalam radius tiga kilometer. Potensi bahaya meliputi lontaran material pijar, abu vulkanik, dan kemungkinan awan panas.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNBC Indonesia
Perkembangan Terbaru Erupsi Anak Krakatau 10 September 2026
10 September 2026 pukul 18.45 · Baca aslinya ↗
ANTARA News
Intensitas erupsi Anak Krakatau menurun, Badan Geologi tetap waspada
11 September 2026 pukul 22.15 · Baca aslinya ↗