Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

Erupsi Anak Krakatau Menutup Beberapa Bandara di Indonesia

Erupti Gunung Anak Krakatau pada malam Sabtu (5/9) menghasilkan abu vulkanik yang menyebar hingga ke wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan perairan sekitarnya. Abu tersebut memaksa penutupan sementara bandara di Indonesia pada Minggu (6/9). Berbagai media melaporkan durasi penutupan yang berbeda untuk Bandara Soekarno-Hatta: Warta Ekonomi menyebut penutupan dari pukul 01.30-09.30 WIB, sementara Kumparan melaporkan hingga pukul 13.30 WIB, dan JawaPos menyatakan penutupan diperpanjang hingga pukul 18.00 WIB pada Senin (7/9). Kumparan juga melaporkan penutupan Bandara Radin Inten II Lampung hingga pukul 14.00 WIB pada 6/9.

Laporan media tentang dampak penerbangan berbeda. Warta Ekonomi melaporkan 22.798 penumpang terdampak dengan 209 pergerakan penerbangan, sementara Kumparan menyebutkan 1.039 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta (746 domestik, 272 internasional, 21 kargo) dengan total 166.351 penumpang terdampak. Rute domestik Makassar (16 pergerakan) dan Singapura (11 pergerakan) disebut terdampak paling banyak di laporan Warta Ekonomi.

Enam bandara lain dilaporkan menutup operasinya: Halim Perdana Kusuma Jakarta, Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara Bandung, Budiarto Tangerang, Pondok Cabe Tangerang, dan M. Taufik Kiemas Lampung. Kementerian Perhubungan mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA) dengan penyediaan makanan, minuman ringan, area istirahat, serta transportasi darat gratis ke Jogja, Solo, Semarang, dan Surabaya melalui InJourney Airports. Penumpang banyak yang menantikan proses refund dan reschedule di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Menurut tiap media