Erupsi Anak Krakatau sebabkan lonjakan saham kesehatan dan gangguan luas
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026, menyebabkan lonjakan saham sektor kesehatan. Menurut Warta Ekonomi, MEDS naik 34,7% ke Rp97, SOHO naik 24,9% ke Rp1.505, sementara HALO dan LABS masing-masing naik 27,5% dan 23,6%. Nilai transaksi MEDS mencapai Rp93,5 miliar. Lonjakan ini dikaitkan dengan kekhawatiran meningkatnya risiko ISPA akibat paparan abu vulkanik. Kementerian Kesehatan kembali mengimbau masyarakat penggunaan pelindung jaringan paru-paru saat berada di luar ruangan. BRI Danareksa menyatakan dampak saham bersifat jangka pendek dan akan mengawasi volume transaksi pasar secara ketat.
Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani meminta penanganan erupsi ini dilakukan secara terpadu dan cepat. Menurut kumparan, abu vulkanik menyebar ke Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat, menyebabkan penutupan bandara, gangguan transportasi udara, serta peningkatan kasus ISPA, iritasi mata, dan batuk. Dampaknya juga meluas ke sektor ekonomi, memaksa penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Puan menekankan pentingnya kesiapan pemerintah pusat dan daerah, termasuk fasilitas kesehatan, pasokan masker, dan perlindungan terhadap pekerja, pedagang, dan UMKM. Ia juga meminta agar informasi terbaru dan edukasi tentang dampak kesehatan abu vulkanik segera disebarkan kepada publik. Bencana alam yang tidak bisa dicegah perlu ditanggapi dengan respons cepat untuk meminimalkan dampaknya.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
Saham Kesehatan Melonjak Usai Erupsi Anak Krakatau
7 September 2026 pukul 14.28 · Baca aslinya ↗
kumparan
Puan Minta Penanganan Erupsi Anak Krakatau Terpadu, Keselamatan Prioritas
7 September 2026 pukul 16.30 · Baca aslinya ↗