Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

Erupsi Anak Krakatau, Sejumlah Bandara Ditutup, Ribuan Penerbangan Terdampak

Erupsi Gunung Anak Krakatau pada 4 September menyebabkan penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga pukul 13.30 WIB akibat sebaran abu vulkanik. Penutupan ini memengaruhi 209 jadwal penerbangan, meliputi 160 penerbangan domestik, 39 internasional, dan 10 kargo, dengan dampak pada 22.798 penumpang. Singapore Airlines (SIA) membatalkan 19 penerbangan dari dan menuju Jakarta pada 6 September, sementara maskapai lain seperti Scoot, Pelita Air, Batik Air, TransNusa, Citilink, dan Garuda Indonesia juga membatalkan sejumlah penerbangan. PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mencatat 33 penerbangan terdampak dengan 16 pembatalan dan 7 penundaan pada rute internasional, serta 4 pembatalan dan 1 dialihkan pada rute domestik.

Kementerian Perhubungan mencatat tujuh bandara menghentikan operasional hingga pukul 08.59 WIB, termasuk Soekarno-Hatta, Radin Inten II Lampung, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, Budiarto, Pondok Cabe, dan M. Taufik Kiemas. Bandara Radin Inten II Lampung juga ditutup sementara pada pukul 07.00-08.00 WIB akibat sebaran abu vulkanik. BNPB menyatakan tidak ada risiko tsunami yang segera mengancam, namun warga di Lampung dan Banten yang terkena hujan abu disarankan menggunakan masker, menutup sumber air, dan berhati-hati saat berkendara. Beberapa sekolah juga membatalkan kegiatan pada 6 September.

Pengelola bandara mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA) untuk penumpang terdampak, termasuk penyediaan makanan, transportasi ke hotel, dan area khusus di terminal. Hasil paper test terbaru dari Stasiu Meteorologi menunjukkan indikasi positif sebaran abu vulkanik di area bandara, sehingga penutupan diperpanjang sesuai NOTAM Nomor A3344/26 NotamR A3341/26.

Menurut tiap media