ESDM dan Pertamina Tangani Dugaan Penyalahatan BBM di SPBU
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Pertamina Patra Niaga mengungkapkan dugaan praktik penyalahitan BBM di beberapa SPBU. Menurut CNN Indonesia, Kementerian ESDM membongkar modus memperbesar kapasitas tangki kendaraan yang menyebabkan antrean panjang di SPBU Sulawesi Selatan. Menteri Bahlil Lahadalia menjelaskan stok BBM nasional sebenarnya mumpuin dan cukup untuk 18-20 hari ke depan. Namun, oknum memanfaatkan situasi dengan sengaja memperbesar tangki kendaraannya agar bisa menampung BBM subsidi melebihi batas wajar, sehingga menimbulkan antrean panjang hingga beberapa kilometer.
Di sisi lain, JPNN.com melaporkan bahwa PT Pertamina Patra Niaga menangani dugaan pelanggaran SOP pengisian BBM di SPBU 54.801.42 Jalan Tukad Yeh Aya, Denpasar. Hasil penanganan, dua operator diberhentikan karena menutupi display dispenser dan tidak memberikan volume BBM sesuai nominal pembelian konsumen. Pengelola SPBU diberi sanksi pembinaan untuk manajer dan pengawas agar memperbaiki operasional dan kualitas pelayanan. Pertamina menegaskan tidak menoleransi tindakan yang merugikan konsumen.
Kedua kasus ini menunjukkan upaya pemerintah dan perusahaan BUMN dalam mengawasi dan menindak praktik penyalahitan BBM di seluruh Indonesia. Namun, angka antrean panjang yang dilaporkan CNN Indonesia (beberapa kilometer) berbeda dengan kasus di Denpasar yang lebih fokus pada pelanggaran SOP pengisian. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya praktik serupa dan memastikan stok BBM sampai ke seluruh lapisan masyarakat dengan adil.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNN Indonesia
ESDM Duga Sebab Antrean SPBU Sulsel: Orang Isi BBM, Tangki Diperbesar
17 September 2026 pukul 09.05 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
Pertamina Sikat SPBU Tukad Yeh Aya, Dua Operator Dipecat, Pengelola Ditegur
18 September 2026 pukul 17.05 · Baca aslinya ↗