Jakarta · Minggu, 23 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gabungan Aneka Media Laporan Pemadaman Karhutla dan Dampak Kekeringan di Indonesia

Berbagai media melaporkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kekeringan di Indonesia. BNPB mengidentifikasi tiga hambatan pemadaman: kekeringan berkepanjangan, kesulitan mendapatkan air di Kalimantan Selatan, dan kebutuhan normalisasi kanal. Operasi pemadaman dilakukan melalui jalur darat dengan water bombing helikopter sebagai pendukung, sementara pemerintah menyediakan tambahan helikopter, mesin bor, dan perlengkapan. Media Indonesia melaporkan keberhasilan tim gabungan memadamkan karhutla 5 hektare di Sangatta Utara Kutim dengan operasi lima jam menggunakan 17 personel dan satu unit tangki. Data BNPB per 9 Agustus 2026 mencatat luas lahan terbakar 48.889,69 hektare di enam provinsi prioritas. Kondisi kekeringan mempengaruhi beberapa wilayah, termasuk Situ Cileunca Bandung Raya yang mengalami penyusutan 40 meter, serta krisis air bersih di Sukabumi dan Jawa Tengah. Kementerian PU menangani 1.229 lokasi kekeringan. Kabut asap dari karhutla menghalangi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi dan menyelimuti Kota Jambi. Menteri Kehutanan memantau karhutla di Banjar, Kalimantan Selatan dengan lahan gambut 36 hektare masih berasap meski api permukaan sudah padam.

Menurut tiap media