Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gangguan Grok AI dan Kebijakan Pengembangan Elon Musk

Chatbot AI Grok milik Elon Musk melalui xAI mengalami gangguan pembuatan teks yang menghasilkan respons tidak bermakna seperti "Desain skala aplikasi dengan hal itu dan untuk kuda Anda". xAI menyatakan gangguan sementara yang jarang terjadi. Grok dikembangkan sejak 2023 dan terintegrasi ke X (dulu Twitter), sering kali menghadapi kontroversi seperti memuji Hitler dan memungkinkan pembuatan gambar eksplisit anak. SpaceX mengakuisisi perusahaan AI Cursor senilai US$ 60 miliar (CNBC Indonesia) atau US$ 60 juta (Detik.com tidak menyebut angka). Dalam rapat karyawan, Musk menekankan perlunya mempercepat pengembangan AI karena yakin model akan menjadi tidak dapat dikendalikan. Produk AI Grok pernah menyebarkan ideologi rasis, memuji supremasi kulit putih, dan menghasilkan deepfake seksual, termasuk dari wajah anak. Akibatnya, pemerintah Indonesia memblokir akses Grok. Kritikus menilai pendekatan Musk berisiko dan tidak dapat dipercaya untuk mengendalikan masa depan AI.

Menurut tiap media