Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gempa NTT Magnitudo 7,7: Ratusan Korban dan Ribuan Bangunan Rusak

Gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur menyebabkan perbedaan laporan korban dan kerusakan antar media. JawaPos melaporkan 47 korban meninggal dunia dengan sebaran di Manggarai (24), Manggarai Timur (17), Sikka (3), dan satu masing di Manggarai Barat, Ngada, dan Ende. Detik.com melaporkan 53 korban meninggal dan 135 luka, dengan korban terbanyak di Manggarai (26) dan Manggarai Timur (20). Media Indonesia tidak menyebutkan jumlah korban meninggal tetapi melaporkan 159 bangunan rusak berat, 49 rusak sedang, dan 38 rusak ringan, dengan 16 dari 21 rumah sakit di Pulau Flores mengalami kerusakan berat.

Data kerusakan bangunan juga bervariasi signifikan. JawaPos mencatat 157 rumah rusak berat, 41 rusak sedang, dan 148 rusak ringan, sementara Detik.com melaporkan 914 rumah rusak berat, 93 sekolah, 36 fasilitas kesehatan, dan 38 kantor pemerintah. Media Indonesia menyebutkan 159 bangunan rusak berat secara keseluruhan. BNPB dan pemerintah mengirimkan bantuan mencapai 50.000 paket (275 ton) serta tim SAR gabungan untuk evakuasi dan perawatan medis. Lebih dari 5.000 warga mengungsi, terutama di Sikka dan Manggarai, dengan status tanggap darurat selama 14 hari.

Gempa susulan magnitudo 5,7 juga tercatat di Ruteng pada hari berikutnya. Puan Maharani mendesak penyaluran bantuan yang cepat, pengungsian yang ramah lansia dan anak, serta informasi akurat dari BMKG untuk mencegah hoaks. Bantuan logistik dari Kemensos dan PT Pertamina telah tiba di Labuan Bajo.

Menurut tiap media