Gempa Kolombia dan NTT: Kerusakan, Bantuan, dan Respons Pemerintah
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Gempa bumi di Kolombia pada 18 Agustus 2025 dengan magnitudo 7,4 menyebabkan kerugian fisik langsung mencapai 30 triliun peso (Rp133 triliun), dengan kerusakan bangunan senilai 24,5 triliun peso dan infrastruktur 5,5 triliun peso. Wilayah paling parah terdampak meliputi Choco, Valle del Cauca, Risaralda, Quindio, dan Caldas. Presiden Abelardo de la Espriella menyatakan bahwa angka kerugian ini masih sementara dan akan disesuaikan melalui survei lapangan. Pemerintah membentuk Dana Milagro untuk koordinasi pemulihan, mengadopsi model dari Dana Forec 1999, dengan kolaborasi sektor konstruksi, keuangan, asuransi, dan pemerintah daerah. Bank disarankan memberikan penurunan suku bunga, sementara skema bantuan bagi korban kehilangan tempat tinggal telah disiapkan. Jumlah korban meninggal dilaporkan berbeda: Media Indonesia melaporkan 265 orang tewas dan 496 orang hilang, sementara tiga hari berkabung nasional ditetapkan untuk memohon maaf atas 250 korban tewas.
Di Nusa Tenggara Timur, gempa yang terjadi pada 18 Agustus 2026 juga menjadi sorotan. Warga Kampung Kajulaki, Mbay, Kabupaten Nagekeo, menghentikan rombongan Mendagri Muhammad Tito Karnavian untuk menyampaikan keluhan terkait kurangnya air bersih dan rumah yang rusak. Mendagri turun dari mobil dan mendengarkan aspirasi warga, lalu berjanji melaporkan keluhan kepada kementerian terkait. BNPB akan memberikan stimulus biaya perbaikan rumah mulai dari Rp15 juta hingga Rp70 juta tergantung tingkat kerusakan. Sebagai bantuan langsung, Mendagri menitipkan Rp50 juta kepada Ketua RT untuk distribusi ke warga terdampak.
PT Pertamina Patra Niaga juga turun tangan dengan menyalurkan 35.000 liter air bersih kepada warga Maumere pada 17–18 Agustus 2026. Air disalurkan ke empat desa: Wolo O’a, Detung, Kangae, dan Ojang Lawer, serta Desa Mekendetung. Pada 17 Agustus, 25.000 liter air diberikan ke sekitar 200 jiwa, disusul 10.000 liter untuk 65 warga Desa Mekendetung pada hari berikutnya. Vice President Corporate Communication Pertamina, Kitty Andhora, menyatakan komitmen perusahaan untuk mendukung pemulihan pascagempa dengan memenuhi kebutuhan dasar warga.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Media Indonesia
Gempa Kolombia, Kerugian Fisik Langsung Capai Rp133 Triliun
18 Agustus 2026 pukul 14.07 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Ibu-ibu di Nagekeo NTT Setop Mobil Mendagri Tito, Curhat Masalah Air Bersih dan Rumah Rusak
18 Agustus 2026 pukul 19.38 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
Pertamina Salurkan 35 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Maumere
19 Agustus 2026 pukul 03.17 · Baca aslinya ↗