Gempa Magnitudo 7 di NTT Tewaskan 68 Orang, Pemerintah dan DPR Tekankan Penanganan
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Gempa bumi magnitudo 7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (16/8/2026) menyebabkan 68 korban jiwa, dengan tidak ada warga yang dinyatakan hilang, menurut laporan BNPB. Pemerintah menyatakan masih mampu menangani dampak gempa secara mandiri, termasuk logistik bantuan, hunian sementara (huntara), dan hunian tetap (huntap). Tim Basarnas siaga di tujuh kabupaten terdampak dan melakukan pencarian aktif, sementara Kementerian Kesehatan mengirimkan dua unit rumah sakit lapangan ke Ruteng, Manggarai, dan Nagekeo untuk evakuasi korban.
Anggota DPR Irma Suryani Chaniago meminta Kementerian Kesehatan mengirimkan dokter keliling untuk melayani korban yang tidak mampu menjangkau pos kesehatan. Ia juga menekankan kebutuhan obat ISPA, vitamin, fasilitas sanitasi, dan air bersih untuk pengungsi. Menurut data BPBD NTT hingga Senin (17/8), kerusakan mencakup 7.968 unit rumah warga dan 774 fasilitas umum serta infrastruktur, meski angka ini masih dalam proses verifikasi lapangan. Irma menilai BNPPB harus meningkatkan koordinasi penanganan bencana dan menggunakan pengalaman Aceh sebagai pelajaran.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNN Indonesia
Pemerintah Pastikan Dampak Gempa NTT Masih Bisa Ditangani Sendiri
17 Agustus 2026 pukul 22.20 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Anggota DPR Minta Kemenkes Turunkan Dokter Keliling untuk Korban Gempa NTT
18 Agustus 2026 pukul 14.18 · Baca aslinya ↗