Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gempa Manggarai Timur: Evakuasi Helikopter dan Rakyat Terdampak

Gempa bumi di Manggarai Timur, NTT, menyebabkan evakuasi korban menggunakan helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 dari Basarnas. Kepala Basarnas Marsekal Mohammad Syafii turun langsung bersama Tim SAR Gabungan. Helikopter tiba di Posko Utama Satar Kampas pukul 10.28 WITA dan membawa korban ke Bandara Komodo untuk penanganan medis. Media Indonesia melaporkan tiga korban dengan patah tulang dan dislokasi yang dievakuasi, termasuk anak perempuan 5 tahun. Sementara JawaPos melaporkan satu korban, yaitu perempuan 77 tahun bernama Adelina Ndimias, yang diduga mengalami fraktur basis cranii, dievakuasi dalam 30 menit menuju RSUD Pratama Komodo, Labuan Bajo.

Beredanya laporan terkait jumlah korban meninggal dunia. Media Indonesia dan BNPB mencatat 68 korban meninggal dunia, sementara JawaPos mencatat 70 korban meninggal dunia. Keduanya juga berbeda dalam melaporkan jumlah korban luka-luka dan pengungsi. Media Indonesia tidak menyebutkan jumlah korban luka-luka atau pengungsi secara eksplisit, sementara JawaPos mencatat 1.182 luka-luka, 40.040 mengungsi, dan 16.411 kepala keluarga terdampak.

Kementerian Kesehatan mengaktifkan 9 HEOC dan mengirim RS Mobil serta tim medis untuk 8 kabupaten terdampak. Bantuan yang disalurkan meliputi obat, selimut, tenda, dan perlengkapan dasar lainnya. Upaya evakuasi dan penanganan darurat masih berlangsung untuk korban dan warga terdampang gempa di wilayah tersebut.

Menurut tiap media