Gempa NTT 7,7 SR: 70 Meninggal, 132-1.182 Luka, 40.040 Pengungsi
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Gempa bumi berkekuatan 7,7 SR di Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8) menyebabkan 70 orang meninggal dan 132 orang terluka, berdasarkan laporan Basarnas per Senin (17/8) pukul 23.30. Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Bramantyo menyampaikan, total korban mencapai 202 orang, dengan 40 luka berat dan 92 luka ringan. Tim SAR kini fokus pada penyisiran dan pemulihan bersama BNPB, karena tidak ada lagi korban yang masih dicari. Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur menjadi wilayah paling terdampak dengan masing-masing 27 dan 25 korban meninggal. Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan Status Tanggap Darurat selama 14 hari, dari 15 hingga 28 Agustus 2026.
Sementara itu, BNPB melaporkan 1.182 orang luka yang dilayani di fasilitas kesehatan, serta 40.040 pengungsi akibat gempa ini. Data ini berbeda dengan laporan Basarnas yang mencatat 132 korban luka (40 berat, 92 ringan). Plt. Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan bahwa Basarnas mencatat korban berdasarkan orang yang ditemukan, sementara data Kementerian Kesehatan mencatat pasien yang sedang mendapatkan layanan di fasilitas kesehatan. Aktivitas gempa masih fluktuatif dengan 24 gempa susulan, tujuh di antaranya dirasakan warga, dan diperkirakan kondisi akan stabil dalam dua hingga tiga minggu.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNN Indonesia
Update Korban Gempa NTT: 70 Meninggal, 132 Terluka
18 Agustus 2026 pukul 17.27 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Hari Keempat Gempa NTT, 70 Orang Meninggal dan 1.182 Luka-luka
18 Agustus 2026 pukul 17.47 · Baca aslinya ↗