Jakarta · Minggu, 23 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gempa NTT 7,7 SR: 83-87 Meninggal, 110.785-150.576 Pengungsi, Bantuan 776-954 Ton

Gempa bumi berkekuatan 7,7 SR di Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 menyebabkan kerusakan signifikan. Media Indonesia melaporkan 83 orang meninggal (delapan akibat dampak tidak langsung) dan 986 luka, sementara CNBC Indonesia mencatat 87 orang meninggal dan 1.298 luka (336 luka berat). Jumlah pengungsi juga bervariasi: Media Indonesia melaporkan 110.785 jiwa, sedangkan CNBC Indonesia menyebutkan kenaikan dari sekitar 130 ribu menjadi 150.576 orang.

Kerusakan rumah dicatat oleh Media Indonesia mencapai 44.946 unit, dengan tiga kabupaten paling parah yakni Manggarai Timur (5.962 unit), Manggarai (3.146 unit), dan Manggarai Barat (3.050 unit). Distribusi bantuan juga berbeda: Media Indonesia melaporkan 776 ton logistik dari 15 hingga 21 Agustus 2026 melalui udur, darat, dan laut, sementara CNBC Indonesia mencatat 954 ton logistik melalui 68 penerbangan dengan fokus di Bandara Labuan Bajo dan Maumere. Kapal bantuan KRI Dr. Soeharso 990 juga dikerahkan untuk mendukung penanganan medis di Pelabuhan Reo.

BMKG mencatat 4.258 gempa susulan dengan gempa terbesar magnitudo 6,8 menurut Media Indonesia, sementara CNBC Indonesia mencatat 5.012 gempa susulan. Pemerintah menentukan skema bantuan rumah rusak berdasarkan tingkat kerusakan, dengan dana stimulan Rp 30 juta untuk rusak sedang dan Rp 15 juta untuk rusak ringan. Verifikasi data kerusakan bangunan akan dilakukan setelah fase tanggap darurat selesai.

Menurut tiap media