Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gempa NTT dan Nias: BMKG catat 1.624 susulan, 54 korban, gempa Nias M6,1 tak berpotensi tsunami

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 1.624 gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga pukul 11.00 WIB, dengan gempa terbesar bermagnitudo 6,2. Gempa utama terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB bermagnitudo 7,7 di wilayah Flores, bersifat dangkal dengan mekanisme thrust fault akibat aktivitas tektonik Flores Back-Arc, memicu tsunami. Peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir pukul 07.30 WIB. Wilayah dengan status Siaga meliputi Manggarai Utara, Ngada Utara, Ende, Flores Timur, dan Jeneponto; status Waspada untuk Flores Timur, Bima, Dompu, dan Wajo.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengonfirmasi 54 korban meninggal dunia, pendataan luka-luka masih berlangsung. Suharyanto menginstruksikan pendataan kerusakan paralel dan berjenjang tanpa menunggu data 100% rampung. Prioritas utama pendataan rumah rusah (ringan, sedang, berat), diikuti fasilitas umum. Perbaikan dieksekusi begitu data valid tersedia.

Di sisi lain, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,1 mengguncang perairan Nias Selatan, Sumatera Utara, pada Selasa (18/8) pukul 13.02 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 147 kilometer tenggara Kabupaten Nias Selatan, pada kedalaman 29 kilometer. BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Getaran terasa kuat di Kota Padang dan sejumlah wilayah Sumatera Barat, dengan intensitas III MMI. Belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan bangunan hingga saat ini. BNPB mendorong pemantauan pascagempa oleh BPBD dan menyarankan masyarakat tetap tenang serta memantau informasi resmi.

Menurut tiap media