Gempa NTT: Kemensos Salurkan Rp14,65 Miliar, Gubernur Terapkan Kebijakan Ambil-Bayar
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Kementerian Sosial menyalurkan bantuan darurat gempa NTT senilai Rp14,65 miliar untuk 70 korban meninggal, 665 luka, 31.220 pengungsi, dan 12.153 rumah terdampak. Bantuan mencakup beras 48 ton, 7.500 paket sembako, perlengkapan pengungsian, dan dapur umum di tujuh titik. Santunan ahli waris Rp15 juta untuk 70 korban meninggal dan Rp5 juta untuk 199 luka berat. Gempa melanda tiga provinsi, sembilan kabupaten, dan satu kota pada 15 Agustus 2026, dengan dampak di enam kabupaten NTT. Infrastruktur sekolah, rumah sakit, dan jembatan terdampak. Koordinasi melibatkan TNI-Polri, BNPB, dan pemerintah daerah untuk pemulihan jangka panjang.
Di sisi lain, Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena menerbitkan Surat Edaran Nomor BU.500.6/09/DPKP/2026 yang mengatur kebijakan 'ambil dahulu, bayar kemudian' untuk korban gempa di Flores. Kebijakan ini memungkinkan warga yang terdampak gempa untuk mengambil kebutuhan dasar seperti makanan, minuman, tenda, dan selimut di toko atau kios terdekat tanpa perlu membayar di tempat. Pemprov NTT akan menanggung biaya tersebut melalui mekanisme penanganan darurat. Kebijakan ditujukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi selama fase tanggap darurat, sebelum bantuan resmi tiba.
Perbedaan melibatkan fokus kebijakan: Kementerian Sosial menekankan pada distribusi bantuan langsung senilai Rp14,65 miliar, sementara Pemerintah Provinsi NTT mengatur mekanisme pembayaran kemudian untuk kebutuhan dasar warga. Tim layanan psikososial siap penanganan trauma korban.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
Penanganan Darurat Gempa NTT, Kemensos Salurkan Bantuan Rp14,65 Miliar
19 Agustus 2026 pukul 09.30 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
Gubernur NTT Minta Korban Gempa Kasbon Kebutuhan di Toko dan Kios, Nanti Dibayarkan Pemda
19 Agustus 2026 pukul 10.57 · Baca aslinya ↗