Gempa NTT Magnitudo 7,7: 75 Meninggal, 92.735 Pengungsi, Ratusan Sekolah Rusak
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan 75 orang meninggal dunia hingga Kamis (20/8) sore, dengan peningkatan empat korban dibandingkan hari sebelumnya. Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Nagekeo menjadi wilayah yang paling terdampak. Selain korban jiwa, BNPB melaporkan 907 orang luka dan jumlah pengungsi mencapai 92.735 jiwa, naik dari 59.647 jiwa sebelumnya. Kabupaten Nagekeo menyumbang peningkatan terbesar dengan 21.883 pengungsi, diikuti Manggarai (9.649 jiwa) dan Manggarai Barat (1.556 jiwa). Media Indonesia dan CNN Indonesia tidak menyebutkan jumlah sekolah rusak secara eksplisit, meskipun CNN menyebutkan ratusan sekolah rusak berat dalam judulnya. BNPB juga memperkirakan 36.163 unit rumah rusak dan 3.752 gempa susulan tercatat hingga Kamis, termasuk gempa magnitudo 5,7 pukul 10.47 Wita. Kedua sumber melaporkan angka korban dan pengungsi yang identik, namun CNN menekankan dampak pada infrastruktur sekolah yang tidak dijelaskan secara rinci oleh Media Indonesia.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Media Indonesia
Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Orang, Pengungsi Tembus 92.735 Orang
20 Agustus 2026 pukul 17.45 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
Update Gempa NTT: 75 Meninggal, Ratusan Sekolah Rusak Berat
21 Agustus 2026 pukul 07.20 · Baca aslinya ↗