Jakarta · Kamis, 17 September 2026Cari
WargaKonoha

Google Meluncurkan Googlebook dan Kembangkan Input Teks untuk Gemini Live

Google akan membuka pre-order Googlebook, sebuah laptop baru yang menggabungkan Android dan ChromeOS dengan kecerdasan buatan Gemini, pada 21 September 2026 pukul 09.00 waktu Eastern Time. Googlebook diperkenalkan pertama kali pada Mei 2026 sebagai evolusi dari Chromebook yang telah ada selama lebih dari 15 tahun. Perangkat ini dirancang khusus untuk Gemini Intelligence dan menawarkan pengalaman yang lebih terintegrasi dengan ponsel Android pengguna. Googlebook dilengkapi dengan fitur Magic Pointer yang dikembangkan bersama Google DeepMind, memungkinkan pengguna untuk menggerakkan kursor untuk mendapatkan saran AI berdasarkan konteks, seperti membuat jadwal dari tanggal dalam email atau memvisualisasikan perubahan furnitur. Selain itu, tersedia Create your Widget untuk membuat widget khusus serta integrasi mendalam dengan ponsel Android melalui Cast my apps dan Quick Access. Produsen PC besar seperti Lenovo, Acer, Asus, Dell, dan HP akan menjadi mitra dalam peluncuran Googlebook. Perangkat ini akan dilengkapi dengan desain bernama Glowbar pada bagian luarnya, meskipun fungsi lengkapnya belum diungkapkan. Google belum mengungkapkan harga, model pertama, atau jadwal pengiriman, namun menegaskan bahwa Chromebook yang sudah ada akan tetap mendapat dukungan hingga batas waktu yang ditentukan.

Di sisi lain, Google sedang mengembangkan sistem input hibrida untuk Gemini Live, fitur AI yang biasanya hanya mendukung input suara. Dalam versi aplikasi Google 17.58.13.sa.arm64, ditemukan kemampuan untuk beralih antara input suara dan teks secara fleksibel. Saat ini, Gemini Live hanya menampilkan opsi input suara, namun fitur baru ini akan memungkinkan pengguna menggeser layar untuk menampilkan papan ketik teks. Ketika papan ketik muncul, input suara akan dinonaktifkan otomatis dengan tanda ikon mikrofon yang tercoret. Pengguna dapat kembali ke input suara dengan mengetuk ikon mikrofon terseu. Fitur ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas tinggi dalam berkomunikasi dengan AI, terutama di situasi seperti tempat ramai di mana penggunaan suara tidak nyaman. Setelah teks dikirim, papan ketik akan menghilang otomatis untuk memberi ruang pada respons AI, sementara pengguna tetap dapat memunculkannya kapan saja sesuai kebutihan.

Menurut tiap media