Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gubernur Jawa Barat Bentuk Tim Investigasi Kasus Dugaan Pelecehan Wabup Sumedang

Pemerintah Provinsi Jawa Barat membentuk tim investigasi untuk menyelidiki dugaan pelecehan seksual terhadap Wakil Bupati Sumedang, M Fajar Aldila. Fajar Aldila diduga melakukan perbuatan tak senonoh terhadap sekretaris pribadi (Sekpri) berinisial R. Informasi pelecehan ini pertama kali muncul di grup WhatsApp dan sempat dibantah oleh Fajar Aldila. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan bahwa Pemprov Jabar akan menyelidiki kasus ini secara objektif, bukan berdasarkan opini atau asumsi. Dedi juga mengimbau masyarakat agar tidak menelan informasi secara mentah dan menyikapi situasi ini dengan bijaksana. Ia meminta semua pihak untuk bersabar sebelum hasil investigasi disampaikan, dan menegaskan agar tidak memberikan opini atau narasi sebelum waktu yang tepat. Kasus ini sedang berkembang dan diharapkan dapat diselesaikan dengan transparan melalui proses investigasi yang sedang berlangsung. Menurut satu versi, dugaan pelecehan terjadi di rumah dinas Wakil Bupati Sumedang pada 17 Agustus 2026, sementara versi lain tidak menyebutkan tanggal atau lokasi spesifik kejadian. Kedua sumber juga berbeda dalam penyebutan inisial korban dan kata kerja yang digunakan untuk menggambarkan perbuatannya. Pembentukan tim investigasi disampaikan oleh Gubernur Dedi Mulyadi pada Jumat, 28 Agustus 2026. Kedua versi juga tidak merinci siapa saja anggota tim investigasi yang ditunjuk. KDM meminta seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk bersabar dan menunggu hasil investigasi selesai. Ia mengimbau agar tidak ada pihak yang terlebih dahulu membangun opini atau narasi sebelum hasil pemeriksaan disampaikan. Polemik ini mencuat setelah beredar kabar mengenai dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan yang dilakukan Fajar Aldila kepada sekretaris pribadinya berinisial R. Informasi yang beredar menyebutkan dugaan peristiwa tersebut terjadi di rumah dinas Wakil Bupati Sumedang pada 17 Agustus 2026.

Menurut tiap media