Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gunung Anak Krakatau Erupsi Beberapa Kali, Warga Diminta Jauhi Zona 3 KM

Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Minggu 16 Agustus 2026, dilaporkan terjadi dua kali. Menurut laporan Kumparan, erupsi pertama tercatat pukul 09.12 WIB dengan kolom abu setinggi 200 meter di atas puncak gunung (357 meter di atas permukaan laut). Erupsi kedua terjadi pukul 17.06 WIB, dengan kolom abu yang tiba-tiba keluar dan membubung tebal, diikuti oleh dua kali muntahan. Setelahnya, abu masih keluar namun tipis. Aktivitas gempa letusan tercatat dengan amplitudo 43 milimeter dan durasi 59 detik, sementara tremor menerus mendominasi dengan amplitudo 5-30 milimeter. Gunung tetap berada pada status Level III (Siaga).

Berbeda dengan laporan Kumparan, Detik.com melaporkan erupsi terjadi pada malam Senin, 17 Agustus 2026. Erupsi pertama tercatat pukul 19.43 WIB dengan amplitudo maksimum 51 milimeter dan durasi 27 detik. Sekitar satu menit kemudian, pukul 19.44 WIB, gunung kembali erupsi dengan amplitudo yang sama (51 milimeter) namun durasi lebih panjang, yakni 92 detik. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) belum menentukan tinggi kolom erupsi secara pasti.

Kedua sumber menyampaikan imbauan yang sama: masyarakat, wisatawan, dan pengunjung dilarang mendekati kawasan gunung api dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. BPBD Lampung juga melarang pendekatan dalam radius yang sama. Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Andi Suwardi, menyatakan bahwa aktivitas erupsi masih perlu dipantau intensif.

Menurut tiap media