Erupsi Gunung Anak Krakatau sejak 17 Agustus 2026, Abu Vulkanik Terbawa ke Permukiman Warga di Lampung Selatan
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi yang meningkatkan aktivitas vulkaniknya. Pada Senin, 17 Agustus 2026, tercatat 20 kali erupsi dalam sehari. Kolom erupsi mencapai ketinggian 400 meter di atas puncak, atau setara dengan 557 meter di atas permukaan laut, menurut laporan VOI. Media Indonesia melaporkan ketinggian kolom erupsi hanya sebesar 400 meter di atas puncak tanpa menyebutkan ketinggian dari permukaan laut.
Akibat erupsi tersebut, abu vulkanik terbawa angin ke permukiman warga di Desa Tejang, Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. Warga merasakan dampaknya selama tiga hari berturut-turut, dengan keluhan sesak nafas dan sakit mata. Sekretaris Desa Riko Iswanto menyampaikan bahwa masyarakat meminta distribusi masker untuk mencegah dampak kesehatan yang lebih serius.
Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level II (Waspada). Warga, nelayan, dan wisatawan diimbau untuk menjauhi radius 2 km dari kawah guna menghindari paparan langsung terhadap material vulkanik.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
VOI
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terbawa Angin hingga Ke Permukiman Warga di Rajabasa Lampung Selatan
18 Agustus 2026 pukul 16.38 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Warga Sesak Nafas Akibat Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau
18 Agustus 2026 pukul 16.48 · Baca aslinya ↗