Gunung Anak Krakatau tambah luas 32,8 hektare usai erupsi 4-6 September 2026
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan Gunung Anak Krakatau (GAK) bertambah luas 32,8 hektare setelah erupsi menerus pada 4-6 September 2026. Pertumbuhan ini disebabkan pengendapan material piroklastik dan aliran lava ke sektor barat laut, barat, dan barat daya. Dari awal Agustus 2026 (312,3 hektare) hingga 15 September 2026, luas pulau mencapai 345,1 hektare. Kepala Badan Geologi Lana Saria menyampaikan klaim yang sama terkait penambahan area sebesar 32,8 hektare.
Analisis citra satelit Sentinel pada 15 September 2026 mendeteksi dua gumuk atau pulau kecil baru di sisi barat laut dan tenggara GAK. Menurut dugaan Badan Geologi, munculnya gumuk ini akibat magma encer yang mencapai permukaan melalui jalur bukaan memanjang, namun verifikasi lapangan masih diperlukan untuk memastikan asal-usulnya.
Status GAK saat ini tetap pada Level II (Waspada). Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 2 km dari pusat erupsi dan 1 km dari lokasi kedua gumuk pulau tersebut demi keselamatan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNBC Indonesia
Muncul Pulau Baru 32,8 Hekatre di Krakatau, Badan Geologi Buka Suara
25 September 2026 pukul 08.10 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
Luas Gunung Anak Krakatau Bertambah 32,8 Hektare usai Erupsi
27 September 2026 pukul 06.59 · Baca aslinya ↗