Guruh Soekarnoputra: Seniman dan Budayawan yang Mencintai Indonesia
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Guruh Soekarnoputra meninggal pada 26 September 2020 dengan usia 73 tahun. SBY mengenangnya sebagai putra Soekarno yang bukan hanya hidup di bawah bayangan nama orang tua, tetapi juga seniman dan budayawan yang sangat mencintai Indonesia. Guruh menciptakan jalannya sendiri lewat seni, termasuk lagu 'Kala Sang Surya Tenggelam' yang dinyanyikan oleh Chrisye, Galih dan Ratna, serta lukisan-lukisan yang pernah disumbangkan dalam pameran. SBY menyoroti kontribusi Guruh melalui berbagai karya seni dan perbincangan di Istana Negara mengenai peran seni dan budaya bagi bangsa Indonesia.
Rano Karno mengenang Guruh sebagai seniman besar dan maestro budaya Indonesia. Ia menekankan kecintaannya kepada Indonesia melalui karya seperti 'Melati Suci' dan 'Untukmu, Indonesiaku', serta peran sebagai Marhaenis yang selalu menekankan keberpihakan kepada rakyat. Guruh juga dikenal sebagai pejuang partai yang menganut nilai Pancasila dan Bung Karno, serta mendoakan kelompok masyarakat kecil.
Selain sebagai seniman, Guruh pernah berkiprah sebagai anggota parlemen. SBY mengucapkan selamat jalan kepada Guruh dan mendoakan agar almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Setelah pemakamannya, seluruh pengurus PDIP mengibarkan bendera setengah tiang selama tujuh hari sebagai penghormatan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
SBY: Guruh Soekarnoputra Seniman-Budayawan yang Sangat Cinta Indonesia
26 September 2026 pukul 14.04 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Rano Karno Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra: RI Kehilangan Maestro Budaya
26 September 2026 pukul 16.15 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
Rano Karno: Guruh Soekarnoputra Mencintai Indonesia dengan Cara Indah
26 September 2026 pukul 16.36 · Baca aslinya ↗