Harga Minyak Anjlok dan Melesat: AS dan Iran Berdampingan di Selat Hormuz
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Harga minyak dunia mengalami fluktuasi besar dalam seminggu terakhir, dipengaruhi oleh ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz. Pada Jumat, 28 Agustus 2026, harga minyak Brent turun 5% menjadi US$89,31 per barel, dan WTI turun 4% menjadi US$83,40, sebagaimana dilaporkan Liputan6.com. Penurunan ini dikaitkan dengan kebuntuan perundingan AS-Iran dan arus pengiriman minyak yang kembali melalui Selat Hormuz. AS juga mengumumkan sanksi terberat dalam sejarah terhadap Iran, sementara data pelayaran menunjukkan penurunan kapal komoditas di Selat Hormuz dari 17 ke 7 per hari. Di sisi lain, Kumparan melaporkan bahwa harga minyak dunia melesat lebih dari 2% pada Senin, 31 Agustus 2026, setelah AS menyerang dua lokasi peluncuran milik Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz. Serangan ini menjadi serangan terbuka pertama AS ke wilayah Iran sejak akhir Juli 2026. Akibatnya, harga Brent naik USD 2,22 (2,52%) menjadi USD 90,32 per barel, dan WTI naik USD 2,01 (2,41%) menjadi USD 85,41 per barel. Perbedaan mencatatkan arah harga yang bertolok belokkan: Liputan6 menyebutkan penurunan hingga 5%, sementara Kumparan melaporkan kenaikan lebih dari 2% pada hari yang berbeda. Goldman Sachs, sebagaimana dikutip Liputan6, memperkirakan ekspor kawasan Teluk masih di bawah tingkat pra-perang meskipun mulai pulih. Ketegangan ini memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global, sekaligus menunjukkan ketidakpastian pasar yang tinggi akibat dinamika geopolitik di wilayah strategis ini.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Liputan6.com
Harga Minyak Hari Ini Anjlok Imbas Kebuntuan Perundingan AS-Iran
29 Agustus 2026 pukul 08.46 · Baca aslinya ↗
kumparan
Harga Minyak Dunia Melesat 2,5 Persen Usai AS Serang Iran
31 Agustus 2026 pukul 08.44 · Baca aslinya ↗