Jakarta · Sabtu, 19 September 2026Cari
WargaKonoha

Fluktuasi Harga Minyak Dunia Akibat Gangguan Infrastruktur Arab Saudi

Harga minyak dunia melonjak tajam pada 15-16 September 2026, mencapai level tertinggi sejak Mei 2026 dengan Brent menyentuh US$108,75 dan WTI US$105,83 per barel. Kenaikan dipicu serangan drone terhadap pipa East-West Arab Saudi yang merusak tiga stasiun pompa, menyebabkan penghentian pemuatan di terminal Yanbu dan pembatalan kargo ke Eropa. Ketegangan diperparah oleh serangan kelompok Houthi yang didukung Iran, yang berpotensi mengurangi pasokan global hingga 4%.

Namun, harga kemudian terkoreksi hingga 18 September 2026. Terdapat perbedaan data penutupan harga pada Jumat (18/9): CNN Indonesia dan Warta Ekonomi mencatat Brent US$103,77 dan WTI US$100,88, sementara Liputan6 melaporkan Brent US$103,87 dan WTI US$100,30. Penurunan ini terjadi setelah Arab Saudi mengalihkan pasokan melalui Selat Hormuz dan transfer antar kapal di Sohar, Oman. Pemerintah AS mengklaim pipa akan segera beroperasi kembali dalam hitungan hari, meski analis independen memperkirakan gangguan bisa berlangsung beberapa pekan berdasarkan citra satelit.

Menurut tiap media