Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Harga Minyak Turun, AS dan Bahrain Perkuat Tekanan Ekonomi terhadap Iran

Harga minyak dunia turun lebih dari 2 persen pada Rabu 26 Agustus, dengan kontrak Brent Oktober mencapai 86,26 dolar AS per barel dan WTI turun 2,56 persen ke 80,25 dolar AS. Penurunan ini terjadi seiring meredanya kekhawatiran konflik militer dan AS lebih memilih sanksi ekonomi terhadap Iran. Kepala pasar AJ Bell Dan Coatsworth menyatakan sanksi AS tidak seberat yang diperkirakan, sementara CEO BankPro Paolo Broccardo menambahkan berkurangnya ketegangan militer menurunkan risiko gangguan pasokan minyak dari Teluk. Imbal hasil obligasi pemerintah juga turun dari puncaknya, mendukung kestabilan pasar.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent bertemu dengan Menteri Keuangan Bahrain untuk memperkuat Operation Economic Outcast, inisiatif tekanan ekonomi terhadap Iran. Fokus utama adalah mencegah Iran menggunakan Selat Hormuz sebagai alat tekanan terhadap perdagangan global. AS menetapkan sanksi sektoral baru yang menargetkan lima jalur utama pembiayaan luar negeri Iran. Kedua belah pihak sepakat memperkuat koordinasi dengan negara-negara Teluk untuk memerangi aliran dana ilegal dan menjaga integritas sistem keuangan internasional.

Iran menyatakan akan menggunakan seluruh kemampannya untuk menghadapi tekanan ekonomi AS, sambil menegaskan dialog sebagai satu-satunya pilihan. Washington memilih tekanan finansial daripada aksi militer untuk mendorong penyelesaian konflik melalui jalur ekonomi. Perbedaan dilaporkan terkait percepatan penurunan harga minyak dan penekanan pada pendekatan sanksi yang lebih terukur dibandingkan skenario militer yang sempat diperkirakan.

Menurut tiap media